KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA Update Terakhir 28 February 2012= ~Mata Uang ~Nilai ~Kurs Jual ~Kurs Beli ~Graph ; AUD 1.00 9,905.34 9,801.78 BND 1.00 7,339.13 7,259.98 CAD 1.00 9,227.99 9,130.26 CHF 1.00 10,244.88 10,136.83 CNY 1.00 1,461.86 1,447.25 DKK 1.00 1,660.71 1,643.37 EUR 1.00 12,347.17 12,220.10 GBP 1.00 14,580.06 14,431.59 HKD 1.00 1,186.77 1,174.83 JPY 100.00 11,463.45 11,347.45 KRW 1.00 8.17 8.09 MYR 1.00 3,055.78 3,022.22 NOK 1.00 1,646.92 1,629.59 NZD 1.00 7,731.36 7,650.44 PGK 1.00 4,657.22 4,250.75 PHP 1.00 214.60 212.30 SEK 1.00 1,397.70 1,382.32 SGD 1.00 7,339.13 7,259.98 THB 1.00 302.96 299.24 USD 1.00 9,204.00 9,112.00
PRAKIRAAN CUACA HARI INI Kota__Cuaca__Suhu (°C)__Kelembaban (%): Banda Aceh Berawan 23 - 32 61 - 96 Medan Berawan 23 - 32 65 - 96 Pekanbaru Hujan Ringan 23 - 33 58 - 96 Batam Hujan Ringan 23 - 32 63 - 93 Padang Hujan Ringan 23 - 32 65 - 98 Jambi Hujan Ringan 23 - 33 63 - 95 Palembang Hujan Ringan 23 - 32 63 - 97 Pangkal Pinang Hujan Sedang 23 - 33 53 - 97 Bengkulu Hujan Ringan 23 - 31 63 - 96 Bandar Lampung Hujan Ringan 23 - 32 62 - 98 Pontianak Hujan Ringan 23 - 32 62 - 98 Samarinda Hujan Ringan 24 - 32 65 - 97 Palangkaraya Hujan Ringan 23 - 34 60 - 98 Banjarmasin Berawan 26 - 32 70 - 98 Manado Hujan Ringan 24 - 33 62 - 95 Gorontalo Hujan Ringan 23 - 34 60 - 98 Palu Berawan 23 - 33 56 - 91 Kendari Hujan Ringan 23 - 32 59 - 97 Makassar Hujan Ringan 23 - 33 59 - 98 Majene Hujan Ringan 25 - 32 67 - 97 Ternate Hujan Ringan 24 - 32 64 - 95 Ambon Hujan Ringan 24 - 32 65 - 97 Jayapura Berawan 24 - 33 59 - 96 Sorong Hujan Ringan 24 - 32 67 - 97 Biak Hujan Ringan 23 - 32 59 - 96 Manokwari Hujan Sedang 24 - 33 66 - 98 Merauke Berawan 23 - 32 59 - 92 Kupang Berawan 22 - 32 65 - 97 Sumbawa Besar Berawan 24 - 32 65 - 97 Mataram Hujan Ringan 23 - 32 65 - 92 Denpasar Berawan 24 - 33 65 - 94 Jakarta Hujan Sedang 25 - 32 65 - 97 Serang Hujan Ringan 24 - 32 63 - 95 Bandung Hujan Ringan 23 - 28 75 - 96 Semarang Hujan Ringan 24 - 32 59 - 93 Yogyakarta Hujan Sedang 23 - 32 65 - 95 Surabaya Hujan Ringan 26 - 33 55 - 92

Popular Posts

Poll

Diberdayakan oleh Blogger.

Abraham dan Air mata di alif lam mim

Sabtu, 27 Oktober 2012



Assalamualaikum,..Di atas hamparan batu kerikil putih di bawah pohon besar Bindeng aku melihat Abraham duduk bersila, tangannya terlilit tasbih kecil terbuat dari kayu kaokah, badannya bungkuk merunduk seperti tidur duduk karena kecapaian atau seperti seorang yang terlalu lama berdzikir sehabis sholat subuh. Jubahnya tampak terang dalam gelap separuh malam, tapi Abraham tidaklah tidur, dia sedang menangis sesunggukan. Air matanya jatuh menimpa Al-Quran yang berada di tangannya, bunyi sunggukannya terdengar sampai 50 meter dan air matanya membasahi mushaf sampai lembar ke dua ratus seolah seluruh cairan dalam tubuhnya disiapkan untuk menjadi air mata. Di samping kanan kirinya berjejer kuburan-kuburan lama dari kerabat-kerabat pengasuh pondok pesantren termasuk kuburan Kiai Abdul Hamid pendiri pondok ini.
Aku mengintip Abraham dari balik pohon Mangga yang gelap tak berlampu, kini sudah pukul dua malam, semua lampu di kamar-kamar sudah dimatikan apalagi malam ini adalah malam Ahad, tidak terlalu ramai orang berada di Pesarean, berbeda dengan malam Jumat dan Selasa dimana semua santri berkerumun di pinggir-pinggir makam menunggu butiran barokah jatuh ke tangan yang sengaja ditengadahkan. Tetapi malam ini bukan malam Selasa atau Jumat, malam ini adalah malam Ahad. Inilah malam Abraham. Malam yang olehnya dijadikan waktu bersemedi di atas hamparan batu kerikil putih di bawah pohon Bindeng, yang konon pohon ini dihuni oleh para jin berbentuk-bentuk aneh, akan jatuh dari atas pohon untuk menguji para santri yang berdzikir larut malam, kadang jatuh berbentuk pocong, kadang juga berbentuk makhluk besar bermata satu yang menakuti santri dengan menjatuhkan ingus dan ilernya dari atas pohon atau berupa macan tutul dan ular besar berkepala dua.

Tapi itu semua tidaklah berarti bagi Abraham, malam ahad tetaplah malam Abraham, orang yang semula tidak aku tahu asal-usulnya. Setiba-tiba muncul di kamarku 15 hari yang lalu ketika aku bangun tidur siang. Aku sangat terkejut di siang itu, saat bangun tidur di sebelahku ada orang aneh dan asing. Dia tidur menggunakan jubah dan bersorban, juga tasbih melingkar di tangannya. Aku sempat linglung seraya langsung berdiri dan keluar dari kamar mencari seseorang yang bisa dicari informasi tentangnya. Ternyata di pojokan serambi Masjid ada Khoirul sedang asik membaca Fathul Wahab, aku mendatangi dan duduk di sebelahnya.
“Rul, siapa orang yang berjubah di kamar kita itu?” Khoirul melirik dan mengangkat bibirnya sebelah.
“Dia santri baru, dia datang sehabis dhuhur tadi,” jawab Khoirul.
“Kamu tahu dari mana dia?”
“Katanya sih dari Solo.”
“Siapa namanya?”
“Abraham!”
“Siapa?” aku ulangi pertanyaan agar lebih jelas.
“Abraham. Abraham Abdullah.” Jawab khoirul sembari melanjutkan bacaan kitabnya. Akupun diam saja menatap kosong ke pintu kamar.
Pada hari-hari awal dari kedatangan Abraham di pondok, suasana di kamar masih seperti biasa, artinya tidak ada hal-hal aneh dan janggal, akan tetapi setelah tujuh hari dia disini barulah aku menjadi gelisah. Selalu ada hal yang janggal dari tingkah lakunya. Entah ketika dia berada di Masjid atau di saat bersemedi tengah malam, juga jubah dan sorbannya yang mengingatkanku pada kelompok aliran-aliran Islam tertentu, mukanya selalu cemberut dan nyaris tidak tersenyum sama sekali. Kalau dia berada di depanku dia buang muka. Entah dia malu padaku atau memang risih.
Setelah ngaji tafsir Jalalain ba’da shalatAshar, aku menceritakan lagi kejanggalan yang ada di benakku tentang sosok Abraham pada teman-teman, sekitar ada empat orang yang berkumpul waktu itu.
“Kalian tahu, kini Abraham membuat hatiku selalu gelisah, ada saja kekhawatiran dalam diriku!” ujarku membuka pembicaraan.
“Gelisah gimana, kok bisa?” tanya Ibrozul.
“Iya sudah tujuh hari dia disini tujuh hari pula aku resah. Begini,dua hari yang lalu dia ketahuan memegang sebuah buntelan kain warna merah, ketika aku melihatnya dia langsung menyembunyikan di saku jubah sebelah kiri, dan pasti ada rahasia di balik kain merah itu, kedua aku sering melihatnya sholat tidak memakai ruku’ dan terkadang hanya satu sujud, ketiga malam minggu kemaren kurang lebih pukul dua malam dia terlihat sendirian di bawah pohon Bindeng padahal bukan malam Jumat ataupun malam Selasa. Anehkan?, terus keempat dia tidak pernah….”
“Ssst… sst…” mulut Rohli memdesis, telunjuknya ditempelkan ke mulut.
“Ada apa Li?” tanya Fathur.
“Abraham di depan kamar!” bisik Rohli.
“Apa?”
“Abraham ada di depan kamar!” ujarnya lebih jelas.
“Ngapain dia?”
“Dia sedang duduk memeluk lututnya” jawab Rohli.
“Apa dia sudah lama duduk disitu?”
“Kayaknya sih, iya” kata Rohli, membuat kami semua diam ketakutan, pasti Abraham mendengar perkataanku dari tadi, tetapi aku tenangkan diri memusatkan pikiran supaya semua orang disitu tidak gugup, sebab aku lihat mata mereka sudah celingak-celinguk panik.
“Sudah, sudah tidak apa-apa, lah wong yang kita bicarakan memang kenyataan, iya kan!?” seruku pada mereka berempat, supaya mereka tidak ketakutan, padahal aku sendiri berbicara pelan takut kalau Abraham mendengar kembali.
Sekelebat sosok lewat di depan kami, dialah Abraham berjalan membuka lemarinya yang kebetulan di sebelah lemari Fathur, pandangannya sinis dan murung. Mungkin dia sakit hati mendengar kenyataan tadi, kemudian dia mengambil sesuatu dari lemarinya, barang yang sering dibawa kemanapun dia pergi, yakni sebuah buku hitam kecil seukuran saku, lengkap dengan tempat bolpennya, dia sering menaruhnya di saku jubah sebelah kanan dan buku itu pula yang memunculkan kecurigaan besar di benakku. Adakalanya aku menyangka bahwa di dalam buku itu tersimpan misi-misi terselubung atau daftar nama-nama korban penyesatan. Aku segera berdiri mengambil baju koko, memakainya dan mencoba melirik ke arah Abraham, tapi tiba-tiba Abraham menatapku dengan sadis dan tajam aku terkejut dan langsung kubalas lirikannya dengan pandangan lebih tajam meskipun pada akhirnya dia mengalah dan menunduk takluk dengan sorot mataku, dia segera keluar membawa keanehan dan kejanggalan di balik jubahnya.
Malam itu, tepatnya sehabis shalat Isya’ semua santri berkumpul di serambi Masjid untuk mengaji kitab Ihya ‘ulumuddin. Pengajian wajib dengan menggunakan sistem Bandongan dan diasuh langsung oleh kiai Ilyas. Disepanjang pengajian itulah aku mereka-reka, membayangkan dan berpikir kuat tentang Misteri Abraham. Tanganku tetap memaknai kitab tetapi pikiranku sedang menerka-nerka sosoknya, setelah aku sering menceritakan pada teman-teman, aku merasa masih tidak tenang karena dari mereka tidak ada tindak lanjut atau solusi sedikitpun.Maka di pengajian itu pula aku menemukan ide untuk lebih tahu, siapakah Abraham sebenarnya, supaya kecurigaan ini betul-betul terbukti dan Abraham akan segera diseret oleh keamanan kerena telah menyamar sebagai santri untuk menyebarkan aliran sesat. “Baiklah aku akan mulai misi ini!” suara itu secara spontan keluar dari mulutku tanpa ada seorangpun yang mendengarnya, sebagai tanda tekat kuat.
Pengajian selasai, untuk malam itu aku tidak mendapatkan informasi apapun dari kitab Ihyaa’ulumuddin sebab Abraham menyita pikiranku, pengajian dua jam tak satu pun ilmu masuk ke dalam diriku. Peraturannya bila telah selesai mengaji kepada kiai Ilyas maka wajib bagi semua santri segera tidur di kamar masing-masing agar Tahajjud dan subuh bisa sama-sama didapat, akan tetapi setelah lampu kamar dimatikan, aku melancarkan misiku, aku mengajak Rohli, Fathur, dan Ibrozul supaya berkumpul di pojokan kamar.Dengan suara pelan aku meminta tolong pada mereka bertiga. Aku mengajak ketiganya karena mereka selalu percaya padaku.
“Saya minta tolong pada kalian.” Pintaku sambil berbisik.
“Apa yang bisa kami bantu?”Tanya balik Rohli dengan berbisik pula.
“Saya punya misi setiap satu di antara kalian adalah satu hari!”
“Maksudnya?” tanya Ibruzul meminta pemahaman.
“Begini, kalian tahukan selama Abraham ada di sini tidak ada seorangpun yang menemani dia” ujarku.
“Iya kami tahu, tapi itukan karena kamu yang menyuruh kami menjauhi dia supaya tidak ikut sesat.” Jelas Ibrozul.
“Lah, iya itu bagus. Tapi sekarang saya minta pada kalian bertiga untuk mendekati Abraham”
“Lohh!” sergah Fathur terkejut.
“Sssst.. dengar dulu,aku belum selesai ngomong. Begini dalam tiga hari kedepan kita harus berbagi tugas untuk mencari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Abraham sesat. Mengertikan maksud saya!?” mereka semua diam saja tapi setelah saya tatap tajam, mereka langsung mengangguk.
“Kalau sudah mengerti, berhubung sudah jam tidur maka aku akan langsung bagi tugas sekarang. Untuk yang bergerak di hari pertama. Kamu Hur!” aku menunjuk Fathur sebagai yang pertama.
“Loh kok saya? Yang lain saja dulu.” Respon Fathur, enggan untuk beraksi di hari pertama.
“Fathur! Kamu jangan membantah, kamu tahu?ini tentang agama, kamu mau agama kamu dicemari, semuanya nanti juga kebagian tugas, lagian kamu pinter guyon, gampang beradaptasi.” aku membujuk Fathur untuk bergerak di hari pertama, dan pada akhirnya diapun mau.
“Untuk hari kedua kamu Zul!” Ibrozul langsung menerima.
“Dan kamu yang terakhir!” aku memandang Rohli dan diapun juga sanggup bergerak di hari ketiga.
“Baiklah, kalau semua sudah kompak, hal yang harus diperhatikan adalah pertama, jangan sampai kalian menunjukkan gelagat yang mencurigakan di depan Abraham, ambil sikap biasa saja. Kedua, perhatikan barang-barang Abraham yang mencurigakan dan sesuatu yang sekiranya menyimpang dari ideologi kita kalau bisa barang semacam itu diambil sebagai bukti. Dan ketiga,sekali lagi usahakan jangan sampai dia curiga melihat kalian melirik barang-barang miliknya. Ngerti?”
“Baiklah kalau begitu sekarang kita tidur, misi akan kita mulai besok,” ucapku mengintruksi.
****
Pada hari pertama kami menjalankan misi sesuai dengan yang sudah direncanakan, Fathur menjalankan tugas dengan mulus, dia berhasilmendapatkan perhatian Abraham, Dia juga berhasil mengambil satu bukti berupa buntelan kain warna merahyang sering disembunyikan di saku jubah sebelah kirinya. Ketika aku membuka buntelan itu aku terkejut, ternyata berisi tasbih kecil, juga selembar kertas bertulis surah Al-Fatihah yang ditulis tanganserta foto hitam-putih seorang kakek-kakek berkopiyah putih tidak berjenggot dan tidak pula memakai sorban. Aku curiga kalau orang di foto itu adalah salah-satu pimpinan kelompok aliran Abraham. aku bungkus kembali barang-barang itu, pertanda satu bukti telah dikumpulkan.Aku menaruhnya di lemari.
Pada hari kedua Ibrozul bergerak mendekati Abraham, pura-pura menjadi temannya untuk mengorek keterangan sambil mencari bukti. Dan dia pun berhasil mejalankan tugas walaupun yang didapat bukan berbentuk barang melainkan pernyataaan.
“Apa laporanmu Zul?” tanyaku malam itu.
“Saya tidak mendapatkan barang aneh apapun, tapi tadi sore Abraham berbisik ke telingaku, mengaku bahwa malam Ahad adalah malam sakral.” Langsung aku terkejut mendengarnya. Kalimat malam Ahad adalah malam Sakral membuat tanganku gemetar, kenapa tidak!? pernyataan ini sudah menyimpang dari ideologi para santri yang beranggapan malam sakral adalah malam Jumat dan Selasa bukan malam Ahad. Pernyataan ini menjadi bukti kedua, bahwa Abraham memiliki paham berbeda. Aku meminta Ibrozul supaya nanti menjadi saksi di kantor keamanan dari pernyataan ini. Beruntung Ibrozul pun mau bila harus menjadi saksi.
Hari ketiga giliran Rohli bergerak, dia harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebab dia orangnya mudah dicurigai dan sering gemetar jika melihat sesuatu yang mengejutkan pikirannya namun tetap aku sarankan untuk bersikap biasa. Dan ternyata hari itu pun berjalan mulus, Rohli langsung disambut baik oleh Abraham, meski Rohli tidak gampang beradaptasi dengan orang baru, tapi pagi itu dia langsung berbincang dan mendengarkan cerita-cerita Abraham tentang Aladin dan Abu Nawas. Aku mendengar sebentar dari balik pintu kamar kemudian aku pergi ke makam untuk membaca Al-Quran.
Sore hari di hari ketiga dari hari yang direncanakan sesuatu yang aneh terjadi lagi, ketika pengajian tafsir Jalalain dimulai dan kiai Ilyas mulai mengartikan kitab dari ayat pertama surah Al-Ankabut yang berbunyi Alif-laam-miim, tiba-tiba si Abraham menangis. Aku melihat matanya berair tapi dia tahan untuk tidak bersuara, air matanya jatuh ke lembaran kitab menjadikannya basah. Aku memperhatikannya cukup lama tapi aku tepis perasaan iba di hatiku sebab bisa jadi dia hanya berpura-pura. Aku akan tetap akan menyelidikinya sebab dua bukti sudah ada di tangan, tinggal satu bukti lagi untuk menguatkan pernyataan kalau dia sesat. Tinggal menunggu laporan dari satu orang yaitu Rohli.
Malam ini tepatnya pada pukul sembilan lebih seperempat tadi, adalah malam yang menegangkan. Kiai Ilyas telah selesai membacakan kitab Ihya ‘Ulumuddin, kitab karangan imam Ghazali. Dua jam berlalu, pengajian sehabis isya’ telah selesai, pembacaan do’a pun usai. Para santri berhambur menuju kamar masing-masing. Aku masih duduk di serambi Masjid menunggu tiga teman datang, ternyata mereka pun datang. Kami duduk sebentar kemudian kembali ke kamar bersama-sama berkumpul di pojokan kamar untuk mendengarkan laporan terakhir dari Rohli.
“Aku melihat dengan mata kepala sendiri!” kata Rohli.
“Kamu jangan membesar-besarkan Li,” ucap Fathur tidak percaya dengan laporan Rohli.
“Sumpah Aku tidak mengada-ngada,” kata Rohli menyakinkan.
“Benarkah apa yang kau laporkan tadi?” tanyaku.
“Benar!” jawab Rohli sambil tangannya diangkat sebagai tanda yakin.
“Kalau begitu coba kamu ceritakan lagi dari awal!” pintaku lagi.
“Begini, tadi siang, awalnya aku melihat Abraham sendirian di serambi Masjid, dia sedang melamun. Makanya aku hampiri saja dia, aku mengajaknya bicara tapi dia tidak hiraukan aku. Dia tetap diam tidak mau ngomong, setelah lama aku duduk di sampingnya tiba-tiba dia bicara. Mengajakku untuk melihat lukisannya, ya aku ikut saja. Aku bertanya kepada Abraham, dimana dia melukis, dia menjawab melukis di pintu lemari, aku tanya lagi apa yang dilukis, dia menjawab nanti kamu akan tahu. Sehabis itu kami berjalan ke kamar mendekati lemarinya. Diambillah kunci dalam saku jubahnyadan membuka gembok, membuka pintu lemari dan ternyata tidak ada gambar apapun di balik pintu itu, tidak ada lukisan apapun di situ tetap berupa kertas karton putih kosong. Aku bertanya kepadanya dimana lukisannya, Abraham menjawab ‘aku belum melukisnya dan akan melukisnya sekarang’. Aku diam saja ketika dia ngomong begitu dan mengambil sebuah spidol whiteboarder. Aku memperhatikan Abraham yang mulai melukis. Namun sadar tidak sadar ternyata lukisan di lemarinya itu adalah lambang Salib dengan ukuran besar saat itu aku terkejut, namun aku tahan untuk tidak terkejut. Saat itu dia terus melukis di bawahnya sebuah kata “Yesus” tiba- tiba mulutku kering. Aku tidak bisa menahan keterkejutanku seolah-olah aku ditampar dengan palu. Saat aku terkejut dia berkata “Ini lukisanku!” kemudian dia menutup pintu lemari dan keluar dari kamar.Cuma itulah laporan saya hari ini.” Rohli menceritakan semua kejadian tadi siang yang membuatnya pucat pasi.
Kami bertiga yang mendengarnya terkejut bukan main, maka telah nyata kecurigaan kami selama ini, Abraham sesat. Diskusi yang berlangsung di pojokan kamar tidak terasa menyita waktu sekitar dua jaman. Jam menunjukkan pukul setengah satu malam aku beranjak menghidupkan lampu kamar, melihat-lihat mungkin saja Abraham ada di kamar tidur diantara teman -teman yang sudah lelap namun ternyata dia tidak ada. Aku menjadi marah. Aku bergegas mencarinya di kamar mandi tidak ada, di Masjid juga tidak ada. Aku kembali lagi ke kamar menyuruh tiga teman untuk membongkar lemarinya, setelah didobrak ternyata benar apa yang dikatakan Rohli. Gambar salib terlihat dibalik pintunya lengkap dengan nama Yesus. Tanganku langsung merayap di sela-sela lemarinya, mencari bukti-bukti lain, mulai dari bawah yang berisi peralatan mandi sampai keatas yang berisi baju-baju kemudian saat tanganku sampai di sela-sela pakaian, aku menyentuh benda yang selama ini aku incar, yaitu buku hitam kecil seukuran saku lengkap dengan tempat pulpennya yang sering disimpan di saku jubah sebelah kanan. aku ambil buku itu dan menutup kembali pintu lemari sambil mencari tempat untuk membaca isi buku dan inilah tulisan- tulisan Abraham dalam buku hitam seukuran saku itu.
Di lembaran pertama tepi atas tertulis kalimat Basmalah arab yang jelek. Di bawahnya tertulis:
Lembaran pertama hari pertama;
Mama, ini hari pertama Abraham di pondok pesantren, suasananya tenang, di sudut- sudut kamar, Abraham melihat para santri membaca buku berkertas jingga bertulis arab. Hari ini Abraham bahagia.
Lembar kedua hari kedua;
Mama, Abraham sekarang bersama-sama para santri Shalat di Masjid, ternyata membuat hati Abrahan tenang. Hari ini Abraham bahagia.
Lembar ketiga hari ketiga;
Mama,kini Abraham sudah membawa kitab walaupun Abraham hanya bisa mendengarkan saja tapi Abraham bahagia.
Lembar ke tujuh hari ketujuh;
Mama, kini Abraham telah tujuh hari di pondok pesantren tapi sampai hari ini tidak ada satu pun orang di kamar menemani Abraham, tapi Abraham tetap harus sabar.
Lembar ke delapan hari kedelapan;
Mama, kini orang-orang kamar tidak hanya menjauhi Abraham tetepi mereka juga ngomongin Abraham di pojokan kamar. Abraham sedih.
Lembar ke sembilan hari ke sembilan;
Mama, Abraham tidak tidur di kamar lagi karena Abraham tidak tahan di omongin macam-macam. Abraham sangat sedih.
Hari ke sepuluh;
Mama, Abraham rindu Mama, kini orang-orang di kamar masih sering kepergok ngomongin Abraham bahkan ada yang menatap Abraham dengan benci. Mama! Abraham mau nanya : Apakah salah jika Abraham berdo’a pada malam minggu sebagai selametan malam kelahiran Abraham seperti yang ditulis Kakek.
Lembar ke sebelas hari ke dua belas;
Mama, Abraham minta maaf karena foto kakek dan Tasbih peninggalanya hilang. Abraham tidak tahu siapa yang mengambil, Abraham menaruhnya di saku jubah sebelah kiri. Hari ini Abraham sangat sedih.
Lembar ke dua belas hari ketiga belas;
Mama,kini orang-orang yang sering ngmongin Abraham di pojokan kamar satu-persatu mendekat dan menemani Abraham, tapi Abraham tahu kalau mereka cuma berpura-pura, soalnya mata mereka melirik-lirik barang-barang Abraham. Abraham tak tahan lagi di sangka orang jahat Abraham sudah mencoba bersabar seperti yang dikatakan mama tapi Abraham tidak kuat.
Lembaran terakhir dari lima belas hari;
Mama, kini Abraham mulai goyah dan ingin kembali bertanya kepada Mama tentang tiga hal. Pertama, kenapa dua bulan yang lalu Mama mengajak Abraham untuk masuk Islam. Kenapa kita pindah Agama? Kedua, apakah Mama sudah memikirkan sebelumya untuk memutuskan menjadi Muallaf? Ketiga, benarkah kakek Abaraham seorang Muslim. Oh iya , tadi siang aku tulis lambang Salib di pintu lemari sebagai tanda kalau Abraham sedang goyah tapi Abraham sampai sekarang masih seorang Muslim. Ma, tolong pertanyaan Abraham dijawab. Besok Abraham pulang.
Setelah membaca tulisan terakhir dari tulisan-tulisan Abraham tanganku gemetar. Aku tak bisa bergerak, air mataku tumpah, aku sekarat dan ingin berteriak tapi tidak bisa. Ingin sekali membenturkan kepala ke tembok dan meninju tiang-tiang kamar tapi tetap aku tak bisa bergerak. Aku kini menjadi seorang sekarat. Orang kafir macam apakah aku ini, kenapa aku begitu bodoh. Kenapa tindakanku hampir membuat orang untuk murtad kembali. Apa yang aku pikirkan selama ini.
Lama sekali aku meracau namun secara perlahan tanganku mulai bergerak, aku sudah mulai sadar dari titik koma. Aku melihat lemari Abraham dan langsung berlari mencari orangnya. Aku mencari di belakang blok, di setiap kamar mandi, di masjid tapi tidak kutemukan. Aku mencari di tempat wudlu masih tidak ada. Ketakutan menghampiriku, bagaimana kalau Abraham sampai pulang. Ya Tuhan, ampuni dosaku, ya Allah tolonglah. Akuterus melari mencari Abraham sambil berdzikir La ilaha illallah.
Dengan beruntung aku melihat bayangan Abraham sedang duduk bersila di dekat makam para kiai, di bawah pohon Bindengyang angker, di atas hamparan krikil putih. Aku melangkahkan kaki pelan kemudian berhenti sebentar untuk mengintip Abraham dari balik pohon Mangga. Air mataku tak henti-hentinya mengalir. Aku melihat Abraham di sana sedang menangis, suara sunggukannya terdengar sampai ke telinga. Matanya nanar, air mata dan lendir hidungnya berlomba-lomba jatuh kelembaran mushaf yang hanya dibuka,hingga mungkin telah basah ke lembaran tiga ratus.
Assalamualaikum,..Hatiku remuk jiwaku hacur dan ragaku ini lemah tak ada daya.Perlahan aku langkahkan kaki mendekati Abraham kemudian merangkak diatas hamparan kerikil putih. Dengan pelan aku duduk di sampingnya sambil terus menangis. Abraham yang sedang menangis menatapku kemudian mengusap air matanya dan menutup Al-Qu’ran yang di halaman pertama surah Al-Baqoroh Alif-Laam-Miim-nya basah dan rabun. Aku menghambur dan menyambar tangannya, menumpahkan segala sesuatu yang bisa kutumpahkan. Aku meminta maaf dan mengakui segala kesalahan dan prasangka. Lama aku tertunduk dan menangis. Abraham pun tidak berkata apa-apa, dia membiarkan tangannya basah oleh mataku. Setelah beberapa lama barulah dia bicara :
“Sudahlah saudaraku. aku sudah memaafkanmu.Lebih baik mulai besok kamu ajari aku bagaimana mengerjakan Shalat dengan benar. Yah!”..

wassalam
Tebuireng, 14 Maret 2012
Ditulis oleh Zainuddin AK Bin Sugendal
*Juara 2 Lomba Cerpen Islami 2012 oleh Unit Penerbitan Pesantren Tebuireng
di edit frame wong alit.
Read Post | komentar

Lafadz Allah SWT di langit Kuningan Jabar 23/09/2012

Senin, 24 September 2012

Lafadz Allah SWT di langit kuningan Jawa barat minggu pagi 05:30wib..
Subhanalloh Mudah2an menambah Keimanan dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT..
  Mari Berdzikir Ya Allah 1000x...
Read Post | komentar

nilah yang Terjadi pada Tubuh di Alam Kubur

Senin, 03 September 2012

nilah yang Terjadi pada Tubuh di Alam Kubur

ilustrasi

Detikmaya - Sesungguhnya mayat di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.

Malam Pertama

Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.

Malam Kedua
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari KetigaDi kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.

Seminggu Setelahnya
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..

Setelah 2 Minggu
Rambut mulai rontok

Setelah 15 Hari
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya

Setelah 6 Bulan
Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan

.

Terimakasih telah membaca artikel kami,jika anda senang dengan berita-berita kami mohon klik tombol suka pada FansPage Facebook kami,silakan berkomentar yang baik dan sopan,jadilah komentator yang cerdas dan berpandangan luas,jika ada perbedaan pendapat atau ada kesalahan penulis mohon di koreksi atau di laporkan DISINI supaya bisa saling melengkapi dan lebih memajukan blog ini .
Read Post | komentar

FOTO: Binatang Peliharaan yang Luar Biasa!

FOTO: Binatang Peliharaan yang Luar Biasa!

Pasangan suami istri Mark dan Dawn Dumas jelas merupakan pasangan yang sangat mencintai binatang. Keduanya juga berprofesi sebagai pelatih perilaku binatang. Namun selain melatih binatang di kebun binatang, Mark dan Dawn juga harus melatih binatang peliharaan mereka sendiri, yaitu seekor beruang.

Billy ialah seekor beruang grizzly yang diadopsi oleh keluarga Dumas semenjak dilahirkan. Hal ini membuat kedekatan Billy dan kedua orang tua manusianya itu telah terjalin layaknya keluarga manusia.



Billy sering diajak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka bertiga suka mengadakan piknik dan mengajak Billy ke bar atau restoran. Mark dan Dawn tak tampak khawatir jika Billy akan menyerang mereka suatu saat nanti.

Pastinya tidak ada seorang perampok pun yang berani masuk ke rumah keluarga Dumas, jika tahu harus berhadapan dengan seekor beruang penjaga.




sumber: BILLY, BERUANG BUAS YANG MENJADI BINATANG PELIHARAAN
Read Post | komentar

Mobil Langka, Hanya 3 Unit di Dunia

Mobil Langka, Hanya 3 Unit di Dunia


Apakah jenis mobil tertua di dunia saat ini? Salah satu mobil tertua yang pernah ada adalah Morris Minor

Dilansir dari Dailymail, Selasa 28 Agustus 2012, mobil yang dirakit di Oxford, Inggris 1928 ini memang sangat klasik. Tidak hanya itu, mobil yang memiliki kecepatan penuh hingga 63 km/jam ini ternyata juga langka, karena hanya dibuat tiga unit saja di dunia.

Lantas siapa pemiliknya? Salah satunya adalah Jock MacKay. Penggila mobil ini membeli Morris Minor pada 1973 dengan harga 270 poundsterling atau berkisar Rp4,1 juta. MacKay yang tinggal di Scrabster, Skotlandia ini, mengatakan saat menemukan mobil tersebut, kondisinya sangat buruk.

Mobil itu penuh dengan karat yang tersimpan selama 35 tahun di sebuah gudang di Skotlandia. Menurut Mackay yang merupakan seorang pensiunan, untuk menjadikan mobil tersebut klasik dan ikonik serta dilengkapi suku cadang asli, dibutuhkan waktu hingga 10 tahun lamanya.

"Mobil ini, telah menemani saya melakukan beberapa petualangan bersama-sama. Ketika saya menggunakan Morris untuk berjalan-jalan, selalu membuat semua orang tersenyum,” kata MacKay.

MacKay menuturkan, akan menyumbangkan mobil asal Inggris tersebut ke sebuah museum jika dia wafat. Mobil tersebut telah menemaninya melakukan perjalanan panjang.

"Perjalanan saya terbesar adalah 1.200 mil putaran dari John O 'Groats ke Land' s End. Itu adalah perjalanan yang bergelombang dan membutuhkan waktu hingga 12 hari,” cerita MacKay.

Read Post | komentar

10JALAN TERINDAH

1. The Overseas Highway – Florida Keys

Spoiler:

Jalan indah ini menghubungkan tempat dari pulau ke pulau melalui Florida Keys dan dibangun pada tahun 1938. Jalan raya ini melintas di atas air dan dalam waktu sekitar empat jam Anda dapat menikmati pemandangan yang indah dari laut, matahari terbitdan matahari terbenam yang luar biasa jika Anda datang ke sini pada saat yang tepat.

 2. Red Rock Scenic Road – USA

Spoiler:

sering disebut “museum tanpa dinding”. Jalan ini memberikan pemandangan indah dari deretan bebatuan merah yang menakjubkan yang tampak hidup seperti semangat abadi yang menawan dan menginspirasi semua orang. Jalan Raya Red Rock Scenic juga melewati Monumen Nasional Istana Montezuma dan Hutan Nasional Coconino dimana bisa memberikan setiap pemakai jalan, rasa yang luar biasa akan keintiman dengan alam.


3. Iroha-zaka – Japan
Spoiler:

Sebuah jalan yang berliku dari Jepang yang menghubungkan pusat Nikko dan Oku-Nikko. Jalan ini terdiri dari 48 kurva dan setiap sudut memiliki alfabet Jepang kuno, mulai dalam urutan abjad dari I-ro-ha yang juga menjadi asal mula pemberian pada nama jalan itu. Iroha-Zaka sebenarnya terdiri dari dua jalan, satu untuk turun dan untuk naik dan mereka berdua memiliki 48 kurva yang cocok dengan 48 huruf abjad Jepang kuno.Benar – benar sebuah jembatan yang hebat dengan perhitungan yang hebat pula.


4. Atlantic Road – Norwegia
Spoiler:

jembatan yang terpilih sebagai konstruksi terbaik di Norwegia abad ini dan itu merupakan bentangan sepanjang lima kilometer dari jalan yang menghubungkan Molde dan Kristiansund di negeri itu. Jalan yang spektakuler dengan naik dan turunya jalan di laut pada saat pasang. Selain jalan yang luar biasa itu sendiri, pemandangan sekitarnya bisa memberikan sebuah daya tarik tersendiri.


5. Oberalp Pass – Switzerland
Spoiler:

jalan yang luar biasa di pegunungan Swiss yang merupakan jalan penting antara Pemerintah Pusat dan Swiss Bernese Graubünden. Jalan ini sangat populer untuk semua pengendara dari Eropa, tapi hanya terbuka selama musim panas. Di musim dingin jalan ini ditutup untuk lalu lintas, dan jalan itu sendiri digunakan sebagai lereng ski, sebagai jalan kereta luncur dan juga sebagai hiking track.


6. Trollstigen – Norway
Spoiler:

Berkelok-kelok dan curam, itulah jalan raya yang melintasi gunung yang terletak di wilayah Rauma. Trollstigen berasal dari kata yang berarti berarti Tangga Troll dalam bahasa Inggris dan itu merupakan serangkaian jalan yang menakjubkan dengan pemandangan beberapa air terjun yang luar biasa. Jalan ini sangat sempit dan sangat sedikit kemungkinan untuk kendaraan melewati satu sama lain. Memiliki gradien curam 9% dan 11 jalan yang sangat sempit dan sangat menantang. Tapi itu semua tidak sia-sia jika Anda sampai ke puncak di mana Anda akan melihat dari atas jalan menakjubkan ini dan menemui air terjun Stigfossen, sebuah air terjun dengan ketinggian 320 m yang jatuh ke sisi gunung.


7. Guoliang Tunnel Road – China
Spoiler:

Jalan Terowongan Guoliang dibangun oleh 13 warga desa setempat yang hanya dalam lima tahun, lokasi ada di pegunungan Taihang di provinsi Hunan China. Banyak penduduk desa kehilangan nyawa dalam kecelakaan selama pembangunan terowongan ini, tetapi pada tahun 1977,jalan itu dibuka untuk lalu lintas. Terowongan yang diukir dari gunung dengan ketinggian 1.200 meter, memiliki tinggi 5 meter dan lebar 4 meter, juga salah satu jalan paling berbahaya di dunia. Ini adalah sebuah rute yang sangat indah dan dijuluki sebagai “jalan yang tidak mentolerir kesalahan” dan tujuan utama pada peta pariwisata Cina.


8. Transfagarasan – Romania
Spoiler:

adalah jalan beraspal tertinggi dan paling dramatis dari Rumania. Dibangun sebagai rute militer strategis oleh mantan diktator Nicolae Ceausescu antara tahun 1970 dan 1974, jalan ini menghubungkan daerah bersejarah Transylvania dan Wallachia, dan kota-kota Sibiu dan Pitesti. Transfagarasan mewakili 90 km dari jalan berliku dari Utara ke Selatan di bagian tertinggi dari Pegunungan Carpathian dan di antara puncak-puncak tertinggi dari gunung di negeri itu


9. The Jebel Hafeet Mountain Road – UAE
Spoiler:

Jebel Hafeet Mountain Road di Uni Emirat memiliki panjang 7,3 mil dengan ketinggian 1.219 m. jalan di UEA dengan pemandangan indah akan padang pasir dan berakhir di tempat parkir dengan sebuah hotel dan tentu saja istana milik penguasa negara. Jalan itu memiliki kombinasi lurus nan cepat dan kurva yang menggabungkan satu dengan yang lainnya,sebuah jalan yang menakjubkan di tengah padang pasir.


10. Kelok 9 - Indonesia
Spoiler:
Kelok 9 merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera di kilometer 146 dan kilometer 148. Jalan ini dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1932 dan memiliki sembilan kelokan ke kiri dan ke kanan, sehingga dinamakan Kelok 9.

Sejak tahun 2003, mulai dilakukan pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok 9. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelindung di sisi kiri dan kanan 1 meter.

Pembangunan ini ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter, sedangkan tahap kedua akan membanguan dua jembatan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 km.
 SUMBER
Read Post | komentar

Desa Purwasari mengadakan Peringatan isra miraj

Selasa, 03 Juli 2012

Desa purwasari kecamatan garawangi kabupaten kuningan memperingati acara isra mir'aj Nabi Besar Muhammad Saw.acara dimulai dengan pembacaan maulid dengan diiringi hadrah,acara sungguh syahdu dan khidmat itu diadakan bertempat di mesjid agung desa purwasari.
Kemudian dibuka dengan pembacaan Kitab Suci Alqur'an Oleh Ustadz H.maman.
setelah itu kemudian diadakan acara tausiyah oleh Habibana wa sayyidana Alhabib Quraish Baharun pengasuh ponpes HasNur desa sampora.
diantara Tausiyah beliau yang dapat ditangkap oleh tim KuninganPost yaitu diantaranya beliau mengisahkan,sebuah cerita di jaman pemerintahan walikota Zainuddin di madinah,sang walikota bermimpi bertemu dengan Rasulullah,dan Rasulullah berkata kepada walikota dalam mimpinya "wahai zainuddin selamatkanlah aku dari kedua orang ini,dan nabi pun memperlihatkan kedua wajah kepada zainuddin.sampai 3 malam beliau bermimpi sama maka dikumpulkan rakyat madinah untuk bertatap muka satu persatu dengan walikota.setelah habis ternyata tidak ditemukan kedua orang yang mirip dimimpi itu.Maka Walikota pun menyeru kepada pegawainya,"sudakah engkau kumpulkan semua rakyat madinah? " .pegawainya berkata sudah semua tuanku,kecuali dua orang yang sedang sakit.tapi mereka patut tidak dicurigai karena terkenal ahli ibadah dan ahli sedekah." walikota berkata "panggil saja" bersambung..
Read Post | komentar
 
© Copyright The Kuningan Post 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all